PDB Orde Satu
PDB LINEAR ORDE SATU
Silfanus
Jelatu
Sebelum
membahas persamaan diferensial orde tinggi, akan dibahas terlebih dahulu
persamaan diferensial orde 1. Bentuk Sederhana Bentuk sederhana persamaan
diferensial orde 1 adalah :
Untuk
f adalah suatu fungsi dua variable.
Fungsi yang didiferensiabel
yang memenuhi
persamaan tersebut untuk semua nilai t
dalam suatu interval dikatakan solusi dari persamaan diatas. Pembahasan dalam
bagian ini berkaitan dengan penentuan fungsi tersebut jika ada dan jika ada
bagaimana pula metode yang digunakan untuk menentukannya.
Dalam
sesi ini dan seterusnnya diasumsikan bahwa fungsi f(t,y) bergantung secara linear pada variable terikat y. untuk kasus ini persaman diatas dapat
pula ditulis sebagai persamaan diferensal linear orde pertama seperti yang akan
dibahas berikut ini.
A.
PD
LINEAR KOEFISIEN KONSTAN
Dalam pembahasan sebelumnya kita telah membahas persamaan linear orde satu dimana koefisiennya adalah konstanta. Sebuah contoh sederhana adalah
sebagai berikut
dimana a dan b adalah konstanta. Sekarang kita akan mempertimbangkan bentuk umum persamaan
linear orde pertama, yang
diperoleh dengan mengganti koefisien a
dan b dalam Pers. (1) dengan fungsi dalam t. Kita biasanya akan menulis bentuk umum persamaan linear orde pertama sebagai:
dan b dalam Pers. (1) dengan fungsi dalam t. Kita biasanya akan menulis bentuk umum persamaan linear orde pertama sebagai:
di mana p dan g diberikan fungsi dari variabel
independen t.
Persamaan (1) dapat diselesaikan dengan metode integrasi langsung yang
telah diperkenalkan sebelumnya. Artinya, kita menulis ulang persamaan menjadi:
(3)
Kemudian, dengan integrasi kita memperoleh
Sehingga
solusi umum dari persamaan. (2) adalah
di mana c adalah konstanta sembarang. Sebagai
contoh, jika a = 2 dan b = 3, maka Persamaan.
(2) menjadi
dan solusi umum adalah
Namun, metode ini tidak dapat digunakan untuk memecahkan persamaan umum (2), sehingga
kita perlu menggunakan metode yang berbeda untuk mencari solusinya. Metode tersebut
adalah mengalikan PDnya dengan fungsi tertentu katakan
, sehingga persamaan yang dihasilkan mudah terintegral.
Fungsi
disebut faktor integrasi dan kesulitan utamanya ialah bagaimana menemukannya.
Contoh
1:
Selesaikan
PD berikut:
dengan
menemukan factor integrasinya.
Langkah pertama adalah dengan memgalikan PDnya dengan fungsi
, yang belum
ditentukan; sehingga persamaannya menjadi:
Untuk menentukan faktor integrasi
, amati sisi kiri Persamaan (8). Persamaan diferensial
dapat ditulis sebagai
Jadi, kita coba untuk menentukan
sehingga sisi
kiri (8) menjadi turunan dari bentuk
.
Ingat
bahwa
Sehingga:
(9)
Akibatnya:
Oleh
karena itu faktor integrasi akan berhasil dicari jika kita dapat menemukan
solusi dari Persamaan. (10).
Dengan
menulis ulang Persamaan. (10) sebagai:
Integralkan
menjadi:
Fungsi
diberikan oleh Persamaan. (11) adalah faktor integrasi
untuk Eq. (6).
Karena
kita tidak membutuhkan faktor integrasi paling umum, maka cukup menggunakan
.
Sekarang
kita kembali ke persamaan. (6), kalikan dengan faktor integrasi
, dan memperoleh:
Dengan
cara yang sama, sisi kiri persamaan (12) adalah turunan dari
, sehingga Persamaan. (12) menjadi
Dengan
mengintegrasikan kedua sisi persamaan (13) kita memperoleh
di
mana c adalah konstanta sembarang.
Akhirnya,
dengan memecahkan Persamaan. (14) terhadap y,
kita akan memiliki solusi umum pers. (6), yaitu,
Tentu
saja, solusi (15) sama dengan solusi (7) yang ditemukan sebelumnya
Sekarang
kita telah menunjukkan bagaimana metode faktor integrasi dapat dipakai untuk
contoh sederhana. Sekarang kita akan memperluasnya pada persamaan-persamaan
yang lain.
Kita
akan melakukan ini dalam tiga tahap.
Pertama,
pertimbangkan lagi Persamaan (2), yang sekarang kita tulis dalam bentuk
Derivasi
dalam Contoh 1 sekarang dapat diulang, satu-satunya perubahan adalah bahwa
koefisien 2 dan 3 di Persamaan. (6) diganti dengan masing-masing a dan b. Faktor integrasinya adalah
dan solusi yang
diberikan oleh Persamaan (4), sama dengan Persamaan (15) dengan 2 digantikan
oleh a dan 3 diganti b.
Tahap
berikutnya adalah menggantikan konstan b
oleh suatu fungsi
, sehingga persamaan diferensial menjadi:
Faktor
integrasi hanya bergantung pada koefisien dari y. jadi untuk Eq (16) faktor integrasinya sekali lagi adalah 
Dengan
mengalikan Persamaan. (16) oleh
, kita memperoleh:
Atau
Dengan
mengintegrasikan kedua sisi persamaan. (17) kita temukan bahwa
di
mana c adalah konstanta sembarang. Dengan
memecahkan Persamaan. (18) terhadap y
kita memperoleh solusi umum
Contoh
Selesaikan PD berikut:
dapati solusi tertentu yang grafiknya
mengandung titik (0, 2).
Dalam hal ini a = 1/2, sehingga faktor integrasinya adalah 
Mengalikan Persamaan. (20) oleh faktor
ini mengarah ke persamaan
Dengan mengintegrasikan kedua sisi
persamaan. (21), kita memperoleh:
di
mana c adalah konstanta sembarang.
Sehingga :
Untuk menemukan solusi yang melewati
titik awal (0, 2), kita menetapkan t =
0 dan
y
= 2 dalam Pers. (22), dengan hasil bahwa 2 = 0 + c, sehingga c = 2. Oleh
karena itu solusi yang diinginkan adalah
Conntoh
3
Selesaikan PD berikut:
Karena koefisien dari y adalah -2, maka factor integrasi untuk
Eq. (23) adalah
Mengalikan
PDnya dengan
, kita memperoleh:
Kemudian, dengan mengintegrasikan kedua
sisi persamaan ini, kita memiliki
di mana kita telah mengintegralkan
bagian demi bagian di Persamaan. (24). Jadi solusi umum dari persamaan. (23)
adalah
Contoh 2 dan 3 adalah kasus khusus dari
persamaan. (16),
solusi yang diberikan oleh Persamaan (19),
Tahap final dalam memperluas metode
faktor integrasi adalah untuk bentuk umum Persamaan (2),
di mana p dan g adalah fungsi
diberikan. Jika kita mengalikan Persamaan. (2) oleh fungsi
yang belum ditentukan, maka kita memperoleh
Mengikuti cara yang sama seperti dalam
Contoh 1, kita melihat bahwa sisi kiri Eq. (25) adalah turunan dari
,
Akibatnya:
Jika
kita berasumsi sementara bahwa
adalah positif, maka kita memperoleh:

dan
akibatnya
Dengan
memilih konstanta k sembarang menjadi
nol, kita mendapatkan fungsi yang sederhana mungkin untuk μ, yaitu,
Perhatikan
bahwa
adalah positif untuk semua t, seperti yang kita asumsikan. Kembali ke Eq. (25), kita memiliki
Karenanya
sehingga solusi umum dari persamaan. (3)
adalah
.
(29)
Contoh:
Selesaikan PD berikut:
Ubah bentuk PD dalam bentuk persamaan
(3), maka kita memiliki
sehingga
. Untuk menyelesaikan Eq. (30), pertama-tama tentukan faktor
integrasi
, sehingga diperoleh:
Dengan mengalikan Persamaan
oleh 
Maka diperoleh:
dan
maka dari itu
. 
di
mana c adalah konstanta sembarang.
Oleh karena itu
adalah
solusi umum dari PD
. Untuk memenuhi kondisi awal
itu, perlu
untuk memilih c = 1; sehingga
diperoleh:
Persamaan (33) merupakan solusi dari PD
, yang memenuhi kondisi awal
latihan soal:
1.
Buktikan bahwa solusi dari persamaan
diferensial
adalah 
2.

3.

4.

5.

B.
PERSAMAAN
DIFERENSIAL PEUBAH TERPISAH
Banyak persamaan
diferensial yang bisa diubah menjadi bentuk
yang
disebut dengan Persamaan diferensial
Peubah Terpisah, yaitu variable-variabel bebas yang terlibat saling dipisahkan.
Contoh:
1. 
2. 
3. 
Bagaimana cara
menyelesaikan persamaan diferensial peubah terpisah? Dengan integral kita bias
meyelesaikannya.
Contoh
1. Solusi
dari
adalah:

2. Solusi
dari
adalah:

3. Solusi
dari
; y(0)=1 adalah:

Karena y(0)=1 maka 
Jadi solusi dari PD diatas
adalah 
Atau 
latihan
soal:
1.
2.

3.

4.

5.

6.

7.
temukan solusi umum dari persamaan
diferensial :
. Tentukan
solusi khusus yang memenuhi : x(0) =
5
Sumber:
William E. Boyce & Richard
C. DiPrima. 2001. Elementary Differential
Equations and Boundary Value Problems
Komentar
Posting Komentar